Ragam Gerakan yang Penuh dengan Rasa Bangga


Sumber : Kumparan

Dua tahun yang lalu, tepatnya pada awal masuk tahun ajaran 2018-2019, para guru mengabarkan bahwa sekolah penulis, SMK Strada 1 akan ikut serta dalam pemecahan rekor dunia Guinness Senam Poco-Poco terbesar dengan 65.000 penari pada tanggal 5 Agustus 2018  dalam rangka pembukaan pesta olahraga Asian Games 2018 yang merupakan event favorit. Sejak hari kedua masuk sekolah, latihan tahap pertama dimulai. Pada saat itu, semua gerakan Poco-Poco versi GWR diperkenalkan satu persatu dan juga pembagian grup barisan menjadi tiga diantara delapan kelas 10 dan 11. Mulai dari gerakan dasar sampai gerakan silat, gerakan Ratoh Jaroe, hingga gerakan ala provinsi paling timur, Papua telah kami pelajari bersama-sama.

Sumber : Gabriel Yudhistira H

Latihan hampir setengah hari dan hampir setiap hari rasanya memang melelahkan. Tapi, dari sini kami belajar bahwa tidak ada kata lelah dan menyerah untuk negara Indonesia, apapun perbedaan yang dimiliki mulai dari suku, agama, bahkan pandangan politik setiap individu atau kelompok. Selain itu kami juga belajar bahwa dengan kebersamaan, semuanya akan menjadi indah. Setelah sekian minggu latihan bersama sampai hafal di luar kepala, tibalah sehari sebelum pemecahan rekor itu tiba. Saat itu tidakterlalu mikirin tentang Poco-Poco esok, yang ada di kepala penulis hanya salah satu permainan video yang sering penulis mainkan dan beberapa lagu-lagu yang didengarkan pada saat itu.

Penulis mulai tidur pada pukul setengah sembilan hingga setengah dua pagi, Setelah itu, aku terbangun dan harus cepat-cepat mandi dan menggunakan kostum yang telah disediakan. Hampir tidak ada waktu lagi buat sarapan sehingga mau tidak mau harus pasrah kalau sampai pingsan. Untungnya guru langsung memberikan sebungkus roti kepada para peserta di sekolah. Kami berangkat bersama-sama naik bus sekolah sampai ke halaman parkir sebelah gedung Mandiri. Kami bertemu banyak peserta-peserta lain yang berasal dari beragam sekolah, perguruan tinggi, dan instansi. Setelah itu, kami berjalan kurang lebih 2,5 km sampai ke depan gedung MidPlaza di Jalan Jendral Sudirman. Sesampainya di sana, kami langsung berlari ke belakang gedung tersebut karena terdesak untuk buang air kecil. Beberapa anak yang merasakan itu berebut ruang toilet setibanya di daerah itu.

Sumber : Gabriel Yudhistira H

Tak terasa jam tangan penulis menunjukkan pukul enam pagi. Kami menjalani 2x pemanasan sebelum dibuka oleh Ibu Negara (2014-2024), Ibu Iriana di wilayah Monumen Nasional. Para peserta memanjatkan doa kepada Tuhan yang Maha Agung pada saat hitungan mundur yang disertai bunyi siren. Setelah siren berbunyi, kami menari gerakan demi gerakan dengan penuh semangat. Tak terasa sampai juga ke gerakan silat sampai akhirnya gerakan ala Papua. Setelah itu semua bersorak gembira tanda rekor telah terpecahkan oleh 65.000 peserta. Penghargaan resmi dari Guinness Book of World Records diterima Indonesia sehingga dengan ini, tarian Poco-Poco secara resmi milik Indonesia. Sungguh layak dan sepatutnya.

Di satu sisi ada kekecewaan beberapa peserta yang mengeluh di Instagram karena masalah sistem suara yang membuat mereka harus senam "tanpa iringan". Seperti biasa, seribu kebaikan tertutup oleh satu kesalahan. Penulis menghargai kekecewaan mereka yang terdampak dan juga memberikan apresiasi besar atas pengorbanan semua elemen yang turut ikut serta dalam menyemarakan pemecahan rekor iini dan juga pagelaran Asian Games 2018. Biasa lah dalam hidup ada pahit dan manisnya. Yang terpenting adalah, semua bisa mengambil bagian dalam memperkenalkan budaya nasional tanpa memandang apapun suku, ras, budaya, dan agama yang dimiliki setiap warga negara.

Comments

Popular posts from this blog

Gebrakan 'Project Morocco' Sri Lanka: Menggali Potensi Diaspora untuk Kebangkitan Sepak Bola

Bintang Kecil di Langit Eropa